Skip to content
Home » Candace Parker dan Elena Delle Donne Masuk Hall of Fame 2026

Candace Parker dan Elena Delle Donne Masuk Hall of Fame 2026

Candace Parker dan Elena Delle Donne di Hall of Fame Basket

PHOENIX – Candace Parker, bintang basket wanita yang menginspirasi, mengungkapkan rasa gembiranya karena akan diabadikan bersama Elena Delle Donne dalam Naismith Memorial Basketball Hall of Fame pada tahun ini. Parker, yang tumbuh dengan mengidolakan Chamique Holdsclaw dan tim basket wanita Olimpiade AS tahun 1996, menyatakan bahwa momen ini sangat berarti baginya dan semua pihak yang terlibat.

“Saya sangat bahagia untuk Chamique, dan saya senang dia mendapatkan pengakuan yang layak. Dia memang pantas mendapatkannya,” ujar Parker kepada Associated Press. “Tentu saja, saya dan Elena Delle Donne tumbuh dengan saling bersaing dan terinspirasi oleh tim ’96. Jadi, saya rasa ini benar-benar istimewa.”

Pencapaian Gemilang dalam Karier

Parker merasa terhormat dapat menjadi bagian dari kelas Hall of Fame 2026, yang juga mencakup nama-nama besar seperti Amar’e Stoudemire, Mike D’Antoni, Joey Crawford, Doc Rivers, dan Mark Few. “Ini sangat berarti, bisa berada di dalam kelompok orang yang selalu saya kagumi dan yang telah membuka jalan bagi kami. Saya rasa ini sangat istimewa,” tambahnya.

Sepanjang kariernya, Parker meraih tiga gelar WNBA bersama tiga tim berbeda: Los Angeles, Chicago, dan Las Vegas. Ia merupakan satu-satunya pemain dalam sejarah liga yang berhasil memenangkan penghargaan MVP dan Pemain Rookie Terbaik pada musim yang sama. Selain itu, Parker juga mengoleksi dua medali emas Olimpiade dan dua penghargaan MVP WNBA.

Warisan Tim Olimpiade 1996

Holdsclaw, yang juga menjadi bagian dari tim Olimpiade 1996, mengungkapkan betapa pentingnya tim tersebut dalam sejarah basket wanita. “Ada empat atau lima pemain dari tim itu yang gambarnya ada di dinding rumah saya, seperti Lisa Leslie, Dawn Staley, Teresa Edwards,” katanya. Tim tersebut tidak hanya meraih medali emas di Atlanta, tetapi juga menjadi pionir yang membuka jalan bagi WNBA.

“Tim Olimpiade ’96 adalah sekelompok wanita yang luar biasa dengan misi yang jelas dan berhasil mencapainya,” ungkap pelatih Tara VanDerveer. “Mereka membantu mendirikan ABL dan WNBA, dan saya percaya mereka adalah pondasi bagi perkembangan basket wanita saat ini.”

Dampak Positif bagi Olahraga Wanita

Delle Donne, yang juga merupakan pemain hebat, berhasil memenangkan penghargaan MVP WNBA dua kali, pada tahun 2015 dan 2019, serta membawa Washington Mystics meraih gelar juara. Ia menjadi pemain pertama dalam sejarah liga yang mampu mencetak lebih dari 50% dari lapangan, 40% dari garis tiga poin, dan 90% dari garis lemparan bebas.

Amar’e Stoudemire, satu-satunya pemain NBA dalam kelas ini, mengungkapkan bahwa masuk Hall of Fame adalah pencapaian yang sangat berarti baginya. “Saat melihat kembali karier saya, baik di tingkat profesional maupun sekolah menengah, saya mencintai permainan ini. Ketika Anda berusaha untuk menjadi yang terbaik dan diakui, itu adalah sebuah penghargaan yang luar biasa,” katanya.

Dengan lebih dari 1.180 kemenangan, Doc Rivers menempati peringkat kedelapan dalam daftar pelatih terlama di NBA, sedangkan Mark Few telah memenangkan 773 pertandingan di Gonzaga, mencetak rekor NCAA untuk pelatih divisi I pria.

Kesimpulan

Kedua pemain ini tidak hanya menjadi ikon di lapangan basket, tetapi juga memberikan inspirasi bagi generasi mendatang. Dengan pengakuan seperti ini, perjalanan mereka dalam dunia olahraga terus memotivasi banyak orang, baik di Amerika maupun di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *