Skip to content
Home » Michael Malone: Peluang Istimewa di UNC Setelah NBA

Michael Malone: Peluang Istimewa di UNC Setelah NBA

Michael Malone sebagai pelatih baru UNC dengan visi baru untuk basket perguruan tinggi

CHAPEL HILL, N.C. — Michael Malone, pelatih baru tim basket Universitas Carolina Utara (UNC), mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan berharga ini setelah berkarir panjang di NBA. Dalam konferensi pers yang digelar untuk memperkenalkannya, Malone memberikan penjelasan mengapa ia memilih untuk beralih dari dunia profesional ke tingkat perguruan tinggi.

“Saya sangat berterima kasih atas kesempatan ini,” ujar Malone. “Saya tidak menganggapnya remeh. Banyak orang bertanya, ‘Pelatih, mengapa Anda meninggalkan peluang melatih di NBA? Anda adalah pelatih NBA.’ Kami memenangkan kejuaraan di Denver pada 2023.”

Keputusan untuk meninggalkan NBA bukanlah hal yang mudah bagi Malone. Namun, ia merasa ada sesuatu yang istimewa dan lebih besar yang dapat ia ikuti di UNC, yang memiliki sejarah dan tradisi yang kaya. “Ini adalah satu-satunya pekerjaan di perguruan tinggi yang pernah saya pertimbangkan. Jika bukan di sini, saya tidak akan menjawab telepon,” tambahnya.

Malone tidak hanya menjawab telepon, tetapi juga mengundang pihak manajemen UNC untuk rapat marathon selama lima jam di rumahnya, yang berujung pada kesepakatan kontrak enam tahun senilai $50 juta, menjadikannya salah satu pelatih dengan bayaran tertinggi dalam dunia olahraga.

Meskipun Malone belum pernah menjadi pelatih kepala di perguruan tinggi dan terakhir kali menjadi asisten di Manhattan pada tahun 2001, ia memiliki pengalaman 20 tahun di NBA dengan enam penampilan playoff dan 510 kemenangan dalam karirnya. “Rekam jejaknya membuatnya pantas mendapat kompensasi seperti itu,” kata Steve Newmark, direktur atletik eksekutif UNC. “Kami percaya bahwa institusi ini harus membayar sesuai dengan posisinya dalam hierarki basket.”

Malone memasuki posisi ini dengan ekspektasi yang sangat tinggi. Direktur atletik yang outgoing, Bubba Cunningham, menunjukkan spanduk kejuaraan nasional UNC yang tergantung di Smith Center saat berbicara kepada Malone dan para penggemar. “Larry Brown adalah satu-satunya pelatih yang memenangkan kejuaraan nasional dan kejuaraan NBA. Anda sudah memenangkan kejuaraan NBA, dan saya meminta staf kami untuk mulai memindahkan spanduk itu agar kita bisa menggantung yang baru. Saya tidak ingin memberi tekanan, tetapi mereka mulai memindahkannya besok,” tuturnya dengan senyum.

Malone menggantikan Hubert Davis, yang dipecat bulan lalu setelah mencatatkan rekor 125-54 dalam lima tahun masa jabatannya, yang diakhiri dengan kejatuhan sejarah di putaran pertama turnamen NCAA tahun ini. Malone mengakui momen ini terasa “pahit manis” karena ia mengenal Davis melalui asisten pelatih UNC, Pat Sullivan. “Hubert Davis membiarkan saya masuk. Dia mengizinkan saya untuk melihat dan menjadi bagian dari keluarga ini, yang tidak sering terjadi. Saya mendukung mereka sepanjang tahun,” jelasnya.

Selama pernyataan pembukaannya, Malone menekankan tanggung jawab yang diembannya sebagai pelatih kepala UNC, menjadi yang pertama sejak Frank McGuire di tahun 1951 yang dipekerjakan tanpa koneksi sebelumnya ke universitas. Ia juga menekankan pentingnya memajukan program ini ke era berikutnya, yang dimulai begitu ia tiba di Chapel Hill.

Malone bertemu dengan stafnya serta mantan dan pemain saat ini, termasuk tujuh pemain yang telah memasuki portal transfer. Ia menekankan pentingnya membawa asisten yang mengenal lanskap perguruan tinggi untuk membantunya merencanakan strategi yang tepat. “Saya akan mengelilingi diri saya dengan orang-orang terbaik untuk membantu saya memahami [basket perguruan tinggi] agar kita bisa menyerangnya,” ujarnya. “Ketika saya merekrut staf, saya ingin merekrut orang-orang yang memiliki koneksi hebat, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di seluruh dunia. Sehingga kita bisa terus membawa pemain terbaik ke sini dan membantu mereka berkembang, sehingga kita bisa membentuk tim terbaik,” tambahnya.

Dengan komitmen dan visi yang jelas, Malone siap untuk memimpin UNC menuju kesuksesan baru. Bagaimana langkahnya ke depan dan dampaknya bagi dunia basket perguruan tinggi di Amerika Serikat dan penggemar Indonesia akan sangat menarik untuk disaksikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *