NEW YORK – Komisioner WNBA, Cathy Engelbert, mengungkapkan pentingnya mencapai kesepakatan baru sebelum hari Senin untuk menghindari gangguan pada jadwal pra-musim, termasuk pelatihan dan pertandingan pra-musim. Dalam pernyataannya kepada para wartawan, Engelbert menekankan bahwa waktu semakin mendesak.
Pentingnya Kesepakatan Sebelum Tenggat Waktu
“Kami harus menyelesaikannya sebelum Senin. Saya ingin menekankan bahwa hal ini harus dilakukan tanpa mengganggu proses ekspansi tim dan berbagai aktivitas lainnya yang telah direncanakan,” ujar Engelbert. Liga saat ini sedang bersiap untuk melakukan draft ekspansi, yang menjadi salah satu fokus utama dalam negosiasi ini.
Proses Negosiasi yang Intensif
Selama empat hari berturut-turut, liga dan serikat pekerja telah terlibat dalam sesi negosiasi yang berlangsung lebih dari 12 jam setiap harinya. Proses ini dimulai pada hari Selasa, yang sebelumnya menjadi target awal untuk menyelesaikan kesepakatan agar tidak mengganggu jadwal musim 2026. Pelatihan dijadwalkan dimulai pada tanggal 19 April dan pertandingan pra-musim pertama dijadwalkan pada tanggal 25 April.
Progres dalam Negosiasi
Direktur eksekutif Asosiasi Pemain Basket Wanita Nasional, Terri Carmichael Jackson, menyatakan bahwa meskipun tenggat waktu sering kali terasa “sewenang-wenang”, mereka merasakan kemajuan dalam negosiasi minggu ini, terutama dalam membahas isu-isu tambahan dalam dua hari terakhir. “Gerakan masih menjadi kata kunci saat kami melanjutkan negosiasi yang intens ini,” tambahnya.
Perbedaan dalam Sistem Pembagian Pendapatan
Salah satu isu utama yang masih perlu disepakati adalah sistem pembagian pendapatan baru. Jackson menekankan pentingnya sistem yang “terkait dengan pendapatan secara berarti” untuk para pemain. Liga WNBA telah mengusulkan agar pemain menerima rata-rata lebih dari 70% dari pendapatan bersih, sedangkan serikat pekerja mengajukan 26% dari pendapatan bruto sepanjang masa kesepakatan.
Dalam negosiasi sebelumnya, serikat pekerja menolak usulan liga yang memberikan kurang dari 15% dari pendapatan bruto, yang dianggap tidak realistis oleh liga dan berpotensi menyebabkan kerugian ratusan juta dolar.
Harapan untuk Kesepakatan yang Memuaskan
Kedua pihak juga membahas batasan gaji untuk tahun pertama, dimana liga mengusulkan $6.2 juta, sementara pemain meminta sekitar $9.5 juta. “Sekarang, kita harus terus melakukan negosiasi dan melihat hasilnya nanti,” kata Jackson.
Wakil presiden WNBPA, Napheesa Collier, turut hadir dalam negosiasi langsung pada Jumat malam, sementara anggota komite eksekutif lainnya, Brianna Turner dan Alysha Clark, telah meninggalkan sesi tersebut. Engelbert menekankan pentingnya mendengarkan kekhawatiran masing-masing pihak dalam proses ini, dan merasa ada kemajuan yang signifikan.
Kesimpulan
Kesepakatan baru dalam WNBA tidak hanya penting untuk keberlangsungan liga, tetapi juga berdampak pada peminat basket wanita di Indonesia. Dengan adanya kesepakatan yang adil, diharapkan bisa menarik lebih banyak perhatian terhadap olahraga ini di Tanah Air. Waktu terus berjalan, dan harapan untuk mencapai kesepakatan sebelum Senin tetap menjadi fokus utama dalam negosiasi ini.
